Sunyi Kelam namun Gembira
Sunyi kelam namun
gembira.
Aku takut kegelapan!
Merayap kokoh, tiada jeda.
Tubuh ini terpaku, tiada melawan.
Apalah Aku ini, hanya boneka tali belaka.
Yang dimainkan, dipentaskan.
Penonton terkesima, apakah aku senang?
Aku sedih, apakah penonton berduka?
Ini t’lah lampau dari lajur skenario.
Kembali pun tidak lanjut pun tidak.
Panggung – panggung telah kehilangan suara maestro.
Layar – layar
telah kehilangan tonggaknya.
Manakah secercah cahaya yang kuharapkan?
Aku yang berdiam ini kaku memandang.
Berharap menanti tanpa nyata.
Menghibur duka sedikitpun lara.
Sunyi kelam namun gembira.
Aku ingin kebebasan!
Mengalir deras tanpa jeda
Menderu hingga menuju penantian.
~Justsensei~
kembali