ぶんぽう (文法)

  1. Penggunaan kata bantu wa dan ga (detailnya)
  2. Penggunaan kata bantu no (detailnya)
  3. Penggunaan kata hubung "dan" (detailnya)
  4. Pembuatan kalimat tanya (detailnya)
  5. Pembuatan kalimat berita (detailnya)
  6. Kosakata (detailnya)

____________________________________________________________

1. Penggunaan kata bantu wa dan ga

 

Dalam bahasa Jepang, kata bantu wa dan ga biasanya digunakan dalam membentuk sebuah kalimat. Tentu saja, hampir setiap saat kita akan menggunakan wa maupun ga. penggunaannya dapat mengikuti pola sebagai berikut :

 

Positif Negatif Makna Dasar
A wa B desu A wa B dewa arimasen A adalah B
A wa B ga arimasu A wa B ga arimasen A mempunyai B
A wa tempura ga suki desu A wa tempura ga dewa arimasen A menyukai tempura

 

Dalam tabel form 1, kita bisa melihat bentuk A wa B desu. Bentuk ini sederhana dan mudah dihapal. Ingat! desu dibaca 'des' (u dalam su diucapkan melemah).

Ada perbedaan dalam penggunaan wa dan ga di sini (bisa dilihat di form 2 dan 3). Wa biasanya lebih menekankan pada predikat , sedangkan ga menekankan pada subjekatau pokoknya.

 

Contoh sederhananya :

 

watashi wa ikimasu. (saya pergi)

kare wa kimasu. (Ia datang)

 

Bila ditanya, apa predikat atau kata kerjanya? tentu saja pasti pergi; datang. bagaimana dengan ini?

 

watashi ga ikimasu. (saya pergi)

kare ga kimasu. (Ia datang)

 

Sama - sama berarti saya pergi dan Ia datang. Apa bedanya? tentu saja pada pokoknya (subjek)! coba perhatikan (secara gampangnya saja), ga di sini seolah - olah ingin memunculkan kata "telah" pada kedua kalimat tersebut (tentu saja untuk memudahkan dalam membedakannya, bukan berarti merubah kalimat tersebut menjadi kalimat lampau ^^). 

 

Jadi pada kalimat saya telah pergi maupun Ia telah datang keduanya sama - sama menunjukkan pada subjeknya: "siapa yang pergi?" atau "siapa yang datang?" maka jawabannya tentu saja saya; dia 

 

Terus, adakah pasangan untuk ga selain wa?

 

Jawab : Ada! bila ga dipasangkan dengan ni maka bisa digunakan untuk menyatakan keberadaan benda. formnya adalah

 

A ni B ga arimasu

(di A ada B)

 

Penggunaan form wa dan ga bisa juga dikembangkan seperti dalam kalimat saya mempunyai kucing dua ekor, tentu saja dalam bahasa Jepang :

わたしねこ2あります

(Watashi wa neko ga nihiki arimasu) 

 

Sekedar catatan, wa dalam hal ini (sebagai kata bantu) ditulis dalam aksara "ha" bukan wa (). Ada kalanya ga juga dibaca "nga".

 

Sekarang cobalah!

 

Anda bisa mencoba membuat kalimat dengan menggunakan ke-4 form tersebut. Di bawah ini adalah kalimat dalam bahasa Indonesia dan Anda dapat merubahnya dalam bentuk bahasa Jepang. Panduan kosakata bisa dilihat di akhir bahasan. Satu contoh kalimat telah diberikan pada Anda.

 

1. Tuan Yamato adalah seorang Pelaut.

2. Arman mempunyai sebuah sepeda.

3. Saya menyukai sup.

4. Di kamar ada kasur.

 

 Top

 

 

2. Penggunaan kata bantu no

 

Kata bantu no () biasa digunakan untuk menyatakan kepunyaan / milik. Adapun polanya adalah sebagai berikut :

 

A no B

(B adalah milik A)

bisa juga

kata tunjuk wa A no B desu

(B kata tunjuk (ini, itu,dsb) adalah kepunyaan A)  

 

Untuk bentuk interogatifnya, Anda bisa menambahkan kata tunjuk ini, itu, sana, dsb di awal kalimat. Misalnya, saya ingin bertanya tentang pulpen di sebelah teman saya. Maka saya katakan, "Ini pulpen Anda?" dalam bahasa Jepangnya

 

これあなたぺンですか 

(kore wa anata no pen desu ka?)

 

Bisa juga loh, kata no digabung dengan kata sifat/keterangan. Sehingga membentuk fungsi sebagai pengganti kata benda yang disebut sebelumnya. misal :

 

honto no (yang benar)

shiroi no (yang putih)

ima no (yang sekarang)

 

Atau juga untuk menerangkan kata benda / kata majemuk :

 

Nihon no kuruma (Mobil Jepang)

Watashi wa senpai no tomodachi (teman senior saya)

Sekarang cobalah!

 

Anda bisa mencoba membuat kalimat dengan menggunakan kata bantu no. Cobalah Anda ubah kalimat - kalimat dalam bahasa Indonesia di bawah ini dalam bahasa Jepang. Panduan kosakata bisa Anda simak di akhir bahasan ini. Nomor 5 telah dikerjakan untuk Anda!

 

1. Pantai Nusa Indah

2. Ini adalah telepon genggam (HP) saya

3. Ini kamera kepunyaan kamu?

4. Teman sepupu (lk) saya

5. A : Uang siapa ? (dare no okane desu ka?)

    B : Itu uang Yamada. (sono wa Yamada no okane desu)

 

Top

 

3. Penggunaan kata hubung "dan"

 

Kata hubung "dan" bisa menggunakan pola seperti ini :

 

Positif Makna Dasar
A to B A dan B (hanya ada 2 benda)
A to B to C A dan B dan C (hanya ada 3 benda)
A ya B A dan B (2 benda dari banyak benda)
A ya B ya C A dan B dan C (3 benda dari banyak benda)
A ya B ya C nado ga arimasu A, B, C dan lain - lain
A ya B ya C wa ket. tempat ni imasu A, B, C, dll ada di ket. tempat (misal: rumah, hotel, dsb)

 

Apa penggunaannya juga bisa dipakai untuk orang?

 

Jawab : Bisa. Dalam penggunaan kata hubung (yang semuanya bermakna) "dan" tidak ada perbedaan dalam menunjukkan benda maupun manusia. misal saja begini Rudi, Sianturi, Balakutak dan lain - lainnya berada di rumah maka bahasa Jepangnya :

 

るぢさんしあんつりさんばぁくたくさんなどいえいます

(Rudi-san ya Sianturi-san ya Balakutak-san nado wa ie ni imasu)

 

Bagaimana? mudah bukan? catatan saja, untuk bentuk negatifnya, imasu diganti menjadi imasen ^^

 

Eh tunggu! tunggu! bagaimana jika ingin menjelaskan 2 benda?

 

Maksud Anda, misalnya saya ingin menjelaskan tentang pulpen dan pensil kepada teman saya, saya mengatakan, "Ini pulpen dan itu pensil". Kita bisa menggunakan pola

 

ket. tunjuk wa A de, ket.tunjuk wa B desu. 

(ket.tunjuk (ini, itu, dsb) adalah A dan ket.tunjuk (ini, itu, dsb) adalah B)

 

Tentu saja de di sini adalah kependekan dari desu. Aslinya, pola ini terdiri dari 2 kalimat. Agar bisa dihubungkan, maka desu yang pertama dapat dipersingkat menjadi de. bagaimana?

 

Sekarang cobalah!

 

Sekarang waktunya Anda mencoba membuat sebuah kalimat menggunakan kata hubung "dan". Cara mainnya sama dengan yang di atas. Panduan kosakata ada di bagian terakhir bahasan ini. Tenang aja! gampang kok. Selamat mencoba ^^ 

 

1. Rudi dan Balakutak

2. Meja dan kursi

3. Dasi, topi, dan celana

4. Ini pisau dan itu garpu 

 

Top

 

4. Pembuatan kalimat tanya

 

Kalimat tanya dalam bahasa Jepang biasanya di akhiri dengan kata desu ka.Ini adalah bentuk yang baku. Dalam pengucapannya, desu ka dibaca des ka? tentu saja menggunakan intonasi bertanya. Prinsipnya gampang, coba simak contoh di bawah ini :

 

A : "Ohayoo! Fujita-san!" (pagi tuan Fujita)

B : "Ohayoo!" (pagi)

A : "Genki desu ka?" (baik kah?)

B : "Hai, genki desu. arigatoo. (Ya, baik - baik saja. terima kasih) 

      Ohisashiburi desu ne?" (sudah lama tidak ketemu ya?)

A : "hai. soo desu" (ya. begitulah)

 

Selain itu, Anda juga bisa membuat kalimat tanya dengan langsung tanpa desu ka. Tentu saja intonasinya disesuaikan dengan intonasi bertanya ^^. Contoh :

 

A : Kare wa tokidoki watashi no soba ni kakemasu.

      (Ia kadang - kadang menulis di samping saya)

B : Hontoo ni?

      (Benarkah?)

 

Anda juga bisa pelajari contoh - contoh kalimat tanya di bawah ini :

 

1. wakatta / wakarimashita ka? (Mengerti kah?)

2. Doo shita no? (Ada apa?)

3. Chotto ii? (Maaf, ya?)

4. Tanoshin deru? (Senang tidak?) 

 

Menarik bukan? tidak sulit kok untuk dipelajari ^^

 

Sekarang cobalah!

 

Anda bisa mencoba membuat kalimat tanya dengan menggunakan desu ka sesuka hati Anda. Contoh kalimat telah saya berikan di awal tadi. Panduan kosakata bisa Anda simak di akhir bahasan ini. Nomor 2 dan 3 telah dikerjakan untuk Anda ^^.

 

1. Sibukkah Anda?

2. Siapa nama Anda? (Anata no namae wa dare desu ka?)

3. Apakah Anda guru? (Anata wa sensei desu ka?)

4. Apakah Anda Tuan Subagyo?

 

Top

 

5. Pembuatan kalimat berita

 

Cara membuat kalimat berita sebenarnya mudah : Anda cukup mengingat pola - pola yang sudah diajarkan sebelumnya (kata bantu wa dan/atau ga). Contohnya :

 

ふじたさんゆうめいです

(Fujita-san wa yuumei desu)

Tuan Fujita orang terkenal

 

やまむらさんせんせいです

(Yamamura-san wa sensei desu)

Tuan Yamamura seorang guru

 

Gampang bukan? akh, silahkan berlatih sendiri saja, ok ? ^^

 

Top

 

6. Kosakata

 

Perlu bantuan? kosakata siap membantu ^^ Tidak usah bingung, urutannya disesuaikan dari poin 1 s.d 4 (kata yang telah disebutkan sebelumnya tidak akan diulang untuk kedua kalinya)

 

Poin 1 

Pelaut : Senin (せにん), Funanori(ふなのり)

Sebuah sepeda : jitensha ga ichidai (じてんしゃがいちだい)

Sup : suupu (すうぷ)

Kamar : heya (へや)

Kamar tidur : shinshitsu (しんしつ)

Kasur : futon (づとん)

 

Poin 2

Pantai : kaigan (海岸)

Telepon genggam (HP) : keitaidenwa (けいたいでんわ)

Kamera : kamera (カメラ)

Sepupu (lk) : itoko (いとこ)

 

Poin 3

Meja : teburu (てぶる)

Kursi : isu (いす)

Pisau : naifu (ナイフ)

Garpu : fooku (ふぉうく)

Dasi : nekutai (ねくたい

Topi : boshi (ぼし)

Celana : zubon (ズボン)

 

Poin 4

Sibuk : isogashii (いしょがしい)

 

~Justsensei~

Top

 

 

back

Free Web Hosting